KELUARGA CEMARA 1
Nama : Kaisya Ruby Edya
Kelas : 11 Mipa 3
IDENTITAS BUKU
Judul: Keluarga Cemara 1
Penulis: Arswendo Atmowiloto
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2017
Tebal Buku: 288 Halaman
ISBN: 978-979-229-263-3
SINOPSIS
Keluarga Cemara mengisahkan kehidupan sehari-hari Cemara/Ara bersama Abah, Ema, dan kakaknya, Euis, dan adiknya, Agil. Tadinya mereka mapan di Jakarta, tapi Abah harus menjual rumah dan harta bendanya karena orang yang ia percaya melakukan tindakan ilegal, sehingga Abah harus bertanggung jawab.
Ema, istri Abah tetap setia menemani sang suami. Begitu juga Euis. Meski si sulung sempat mengalami hidup berkecukupan, ia paham derita orangtuanya dan membantu berjualan opak bikinan ibunya. Sementara, Ara yang masih TK sudah paham keadaan keluarganya meski masih belia. Si bungsu Agil gemar bernyanyi dan kadang berkelakuan ganjil.
Meskipun miskin, Keluarga Cemara selalu berupaya untuk selalu jujur dan berbuat baik. Terutama Abah yang memiliki idealisme tinggi, meski kadang ada penentangan dari Emak dan Euis.
KELEBIHAN
Walaupun Keluarga Cemara ini hidupnya sudah berubah 180° tetapi, mereka tetap berjuang bersama..agar dapat menghidupi kebutuhan keluarga mereka sendiri..tidak saling menyalahkan dan tetap saling menguatkan dan mengikhlaskan apa yang sudah menghilang dari hidup mereka semenjak saat itu.
KEKURANGAN
Abah membuat keputusan buruk dengan mempercayai saudaranya hingga tidak memikirkan resiko..walaupun itu saudara kita..tetap harus waspada..karena belum tentu saudara kita itu mempercayai kita sama seperti halnya kita mempercayai dirinya.
PENOKOHAN
- Abah = Penyabar, Sosok ayah yang bertanggungjawab, Bekerja tanpa kenal lelah, Pantang menyerah dalam menghidupi keluarga kecilnya.
- Emak = Sosok ibu yang sabar, Penyayang, Pendengar yang baik, Selalu mendukung anak anaknya, Setia mendampingi Abah dalam berbagai kondisi.
- Euis = Ramah, Setia kawan, Sosok yang supel dan pandai bergaul
- Ara = Sosok yang humoris, Ceria, Penyayang, Perhatian kepada kakaknya serta kedua orangtuanya.
SARAN
Kisah ini dimulai saat sosok Abah yang terkena masalah. Tidak ada yang menyangka jika Abah (Ringgo Agus Rahman), harus mengakhiri nikmatnya duniawi begitu cepat. Ia mengalami musibah, yaitu peliknya masalah utang piutang. Tak ada jalan lain, Abah harus ikhlas melepas semua yang diperolehnya selama ini termasuk tempat tinggalnya.
Komentar
Posting Komentar